Daftar pustaka adalah bagian penting dalam skripsi yang sering dianggap sepele, padahal menentukan kredibilitas penelitianmu. Penulisan daftar pustaka yang tidak rapi atau tidak sesuai kaidah sering menjadi alasan dosen memberikan revisi. Karena itu, memahami aturan penulisan daftar pustaka sangat penting agar skripsimu terlihat profesional dan memenuhi standar akademik.
Berikut panduan lengkap untuk membantumu menyusun daftar pustaka dengan benar, rapi, dan sesuai kaidah.
1. Pahami Gaya Sitasi yang Digunakan Kampus
Setiap kampus biasanya memiliki ketentuan format daftar pustaka, seperti:
-
APA (American Psychological Association)
-
MLA (Modern Language Association)
-
Chicago Style
-
Vancouver
-
Harvard Style
Pastikan kamu membaca pedoman penulisan kampus terlebih dahulu. Jangan sampai skripsi ditolak hanya karena formatnya tidak sesuai.
2. Penulisan Daftar Pustaka dari Buku
Format umum (APA 7) untuk buku adalah:
Nama Belakang, A. A. (Tahun). Judul Buku. Penerbit.
Contoh:
Suryabrata, S. (2020). Metodologi Penelitian. Rajawali Press.
Tips:
-
Judul buku ditulis miring (italic).
-
Hanya huruf pertama judul yang kapital kecuali nama khusus.
3. Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal
Format umum (APA 7):
Nama Belakang, A. A. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman.
Contoh:
Rahmawati, D. (2021). Pengaruh digital marketing terhadap penjualan UMKM. Jurnal Ekonomi Modern, 5(2), 102–113.
Tips:
-
Nama jurnal ditulis miring.
-
Pastikan nomor volume dan halaman tidak tertukar.
4. Penulisan Daftar Pustaka dari Website
Format umum (APA 7):
Nama Belakang, A. A. (Tahun). Judul artikel. Nama Website. URL
Jika tidak ada nama penulis:
Judul artikel. (Tahun). Nama Website. URL
Contoh:
Kementerian Pendidikan. (2022). Panduan penelitian akademik. Kemendikbud. https://…
Tips:
-
Gunakan website dengan kredibilitas akademik.
-
Sertakan tanggal akses jika diwajibkan kampus.
5. Penulisan Daftar Pustaka dari Skripsi/Thesis
Format umum:
Nama Belakang, A. A. (Tahun). Judul skripsi/thesis (Skripsi). Nama Universitas.
Contoh:
Pratama, R. (2020). Analisis strategi pemasaran digital UMKM (Skripsi). Universitas Brawijaya.
6. Konsisten pada Format
Kesalahan paling sering terjadi adalah tidak konsisten, misalnya:
-
Ada yang pakai titik, ada yang koma
-
Ada yang miring, ada yang tidak
-
Ada URL, ada yang tidak
Ingat: daftar pustaka harus seragam dari atas sampai bawah.
7. Urutkan Sesuai Abjad
Cara mengurutkan daftar pustaka yang benar adalah berdasarkan huruf pertama nama penulis, bukan tahun atau judul.
Jika dua sumber memiliki nama penulis sama, urutkan berdasarkan tahun terbit.
8. Gunakan Tools untuk Mempermudah
Jika ingin lebih praktis, gunakan alat seperti:
-
Google Scholar (fitur “Cite”)
-
Mendeley
-
Zotero
-
EndNote
Tools tersebut membantu menata format dengan otomatis sehingga lebih rapi dan minim kesalahan.
9. Cek Kembali Sebelum Mengumpulkan
Pastikan:
-
Semua kutipan dalam teks sudah masuk daftar pustaka
-
Tidak ada sumber palsu atau mati
-
Detail lengkap: tahun, penerbit, halaman, volume, URL, dan lainnya sesuai kaidah
Kesalahan kecil sering jadi revisi besar jika tidak dicek dari awal.
Daftar pustaka bukan hanya formalitas, tetapi bagian utama yang menunjukkan kualitas akademik skripsi. Dengan mengikuti kaidah penulisan, menjaga konsistensi, dan memanfaatkan tools pendukung, kamu dapat menyusun daftar pustaka yang rapi, benar, dan profesional.
Butuh Bantuan Menyusun Daftar Pustaka yang Rapi dan Sesuai Kaidah?
Kalau kamu masih bingung harus mulai dari mana atau ingin skripsimu dipastikan sudah benar secara struktur dan kaidah akademik, kamu bisa mendapatkan bantuan melalui:
Cepat Lulus Dot Com, layanan bimbingan skripsi yang membantu mulai dari penyusunan referensi, daftar pustaka, cek format, hingga revisi lengkap sesuai standar kampus.
Biar daftar pustakamu rapi dan skripsimu semakin dekat dengan kelulusan!
