Menyusun skripsi adalah proses panjang yang memerlukan ketelitian, konsistensi, dan pemahaman yang baik terhadap alur akademik. Sayangnya, banyak mahasiswa terjebak pada kesalahan-kesalahan yang terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa sangat besar—mulai dari revisi berulang, skripsi mandek berbulan-bulan, hingga penolakan total oleh dosen pembimbing. Untuk menghindari hal-hal tersebut, penting bagi mahasiswa memahami kesalahan fatal apa saja yang sering terjadi dan bagaimana cara menghindarinya.
Sejatinya, skripsi tidak sesulit yang dibayangkan jika kamu mengetahui langkah-langkahnya. Namun, tanpa arah yang tepat, mahasiswa sering mengulang kesalahan yang sama: menulis tanpa kerangka, memakai referensi asal-asalan, atau sekadar menyalin tanpa memahami konteks. Jika kamu sedang menyusun skripsi, artikel ini akan membantumu mengenali hal-hal yang bisa memperlambat prosesmu.

1. Rumusan Masalah Tidak Jelas dan Terlalu Luas
Rumusan masalah adalah pondasi skripsi. Jika rumusannya tidak jelas, semua bab akan kehilangan arah.
Kesalahan umum:
-
Pertanyaan terlalu umum
-
Tidak spesifik dan tidak terukur
-
Tidak sesuai dengan teori atau metode penelitian
Pastikan rumusan masalahmu fokus, jelas, dan bisa dijawab dengan penelitianmu.
2. Tidak Memiliki Kerangka Penulisan Sejak Awal
Banyak mahasiswa menulis skripsi tanpa membuat outline terlebih dahulu. Akibatnya:
-
Pembahasan berputar-putar
-
Bab tidak terhubung
-
Struktur tulisan berantakan
Outline adalah peta yang membawamu dari bab 1 sampai bab 5 tanpa tersesat.
3. Menggunakan Referensi Tidak Kredibel
Kesalahan fatal lain adalah memakai sumber yang:
-
Tidak jelas asalnya
-
Sudah terlalu lama (lebih dari 10–15 tahun)
-
Tidak relevan dengan topik
Ingat, referensi adalah pembangun argumen dalam skripsi. Semakin kuat sumbernya, semakin kuat skripsimu.
4. Tidak Konsisten dalam Format dan Penulisan
Beberapa mahasiswa mengabaikan hal teknis seperti:
-
Penggunaan istilah yang berubah-ubah
-
Format margin dan font tidak sesuai pedoman
-
Daftar pustaka tidak rapi
-
Kutipan tidak standar
Kesalahan teknis ini sering membuat dosen pembimbing memberikan revisi berkali-kali.
5. Menunda Revisi dari Dosen Pembimbing
Revisi yang terlambat dikerjakan biasanya akan:
-
Menumpuk
-
Membuat kamu lupa konteks
-
Menyebabkan kesalahan baru yang tidak perlu
Kerjakan revisi secepat mungkin sebelum masuk ke bagian lain.
6. Tidak Memahami Metode Penelitian yang Dipilih
Metode penelitian bukan sekadar formalitas. Jika kamu tidak paham apa yang kamu gunakan, dosen pembimbing akan langsung tahu. Banyak skripsi gagal ACC karena metode tidak sesuai dengan rumusan masalah atau data yang dikumpulkan.
7. Tidak Pernah Konsultasi Sampai Terlambat
Banyak mahasiswa baru konsultasi ketika skripsi sudah berantakan. Padahal konsultasi rutin membuatmu lebih cepat memperbaiki arah penulisan.
Hindari Kesalahan, Percepat Proses Skripsimu
Kesalahan-kesalahan di atas bisa memperlambat, bahkan menghentikan proses skripsimu. Semakin cepat kamu tahu dan memperbaikinya, semakin mudah bagimu untuk mendapatkan ACC dari dosen pembimbing. Jangan biarkan skripsi mandek hanya karena kesalahan sederhana yang sebenarnya bisa dicegah.

Kalau kamu ingin skripsi lebih terarah, minim revisi, dan dibimbing oleh tim berpengalaman, Cepat Lulus Dot Com siap membantu dari awal sampai selesai.
Mulai konsultasi sekarang di Cepat Lulus Dot Com, dan hindari kesalahan fatal dalam skripsimu!
