Plagiarisme adalah salah satu masalah terbesar yang sering membuat mahasiswa kesulitan saat mengerjakan skripsi. Tidak sedikit yang harus mengulang revisi bahkan tertunda sidang karena persentase kemiripan (similarity) terlalu tinggi. Padahal, plagiarisme bisa dihindari dengan teknik-teknik sederhana yang dapat diterapkan sejak awal proses penulisan.
Agar skripsimu aman, asli, dan bebas plagiasi, berikut langkah-langkah yang wajib kamu pahami dan terapkan.
1. Pahami Apa Itu Plagiarisme
Plagiarisme bukan hanya menyalin teks orang lain secara utuh, tetapi juga mencakup:
-
Mengambil ide tanpa memberi kredit
-
Menulis ulang (parafrase) terlalu mirip dengan sumber
-
Menyajikan data tanpa mencantumkan rujukan
-
Menyalin hasil penelitian orang lain tanpa izin
Dengan memahami bentuk-bentuk plagiasi, kamu bisa lebih berhati-hati saat menulis.
2. Selalu Gunakan Referensi yang Jelas
Setiap kali kamu mengambil teori, konsep, atau data dari jurnal, buku, maupun website ilmiah, cantumkan sumbernya.
Gunakan gaya penulisan sitasi sesuai ketentuan kampus, seperti:
-
APA
-
MLA
-
Chicago
-
Vancouver
Mencantumkan sumber tidak membuat skripsi terlihat kurang orisinal—justru menunjukkan bahwa penelitianmu berdasar.
3. Parafrase dengan Cara yang Benar
Banyak mahasiswa salah memahami parafrase. Mengganti beberapa kata tidak cukup.
Parafrase yang benar meliputi:
-
Menulis ulang dengan struktur kalimat berbeda
-
Menggunakan gaya bahasa sendiri
-
Memastikan makna tetap sama
-
Tetap mencantumkan sumber
Jika dilakukan dengan benar, similarity akan jauh lebih rendah.
4. Gunakan Kutipan Langsung Secara Bijak
Jika ingin mengutip kalimat persis dari sumber, gunakan tanda kutip (“…”) dan sertakan halaman sumbernya.
Namun, jangan gunakan terlalu banyak kutipan langsung karena dapat meningkatkan tingkat kesamaan pada pengecekan plagiasi.
5. Gabungkan Berbagai Sumber untuk Memperkuat Argumen
Daripada menyalin satu sumber secara dominan, gabungkan beberapa referensi relevan.
Cara ini membantu:
-
Menambah kedalaman analisis
-
Menunjukkan bahwa kamu memahami materi
-
Membuat tulisan lebih orisinal
-
Mengurangi risiko plagiarisme
6. Tulis dengan Bahasamu Sendiri
Cobalah memahami isi materi terlebih dahulu sebelum menulis. Hindari menulis sambil membuka artikel secara langsung.
Ketika kamu memahami isinya, kamu akan secara natural menulis dengan kata-katamu sendiri sehingga keaslian tulisan lebih terjaga.
7. Gunakan Alat Pengecekan Plagiasi
Sebelum mengumpulkan skripsi, gunakan alat pengecekan similarity seperti:
-
Turnitin
-
Grammarly Plagiarism Checker
-
Quetext
-
Plagiarism Detector
Pastikan kamu mengecek setiap bab untuk memastikan persentase plagiarisme tetap rendah sejak awal, bukan saat akhir menjelang revisi.
8. Catat Semua Sumber dari Awal Menulis
Banyak mahasiswa kerepotan karena baru membuat daftar pustaka setelah skripsi hampir selesai.
Mulai sekarang, biasakan:
-
Simpan link jurnal
-
Catat detail buku
-
Salin referensi sejak awal
Dengan begitu, kamu tidak akan lupa sumber mana yang digunakan dan daftar pustaka pun lebih akurat.
9. Konsultasikan Tulisan dengan Pembimbing
Pembimbing membantumu mengevaluasi isi skripsi dan memperbaiki bagian yang berpotensi plagiarisme.
Konsultasi rutin akan menghindarkanmu dari revisi besar terkait similarity.
Menghindari plagiarisme bukan hanya soal menjaga keaslian tulisan, tetapi juga bagian penting dari etika akademik. Dengan memahami konsep plagiasi, menulis dengan bahasamu sendiri, melakukan parafrase yang benar, dan mencantumkan semua referensi dengan tepat, skripsimu akan lebih aman, rapi, dan berkualitas.
Butuh Bimbingan agar Skripsimu Bebas Plagiarisme?

Jika kamu ingin skripsimu terarah, rapi, dan punya similarity rendah, kamu bisa mendapatkan bantuan profesional melalui:
Cepat Lulus Dot Com, layanan bimbingan skripsi yang membantumu dalam parafrase, cek plagiasi, penguatan teori, hingga bimbingan revisi sesuai arahan dosen.
